Penyidikan kasus pembunuhan Hasdawati

June 29th, 2011 by hari | No Comments | Filed in News

Penyidikan kasus pembunuhan Hasdawati, bendahara di Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Wajo, mengendap di Kepolisian Resor (Polres) Wajo. Hingga kini misteri pembunuhan sadis terhadap korban pada akhir 2009 itu,belum terungkap. “Polres Wajo terbukti mengendapkan kasus Hasdawati karena sampai saat ini berkas (berkas acara pemeriksaan atas tersangka Kepala Desa Tua A Munir) itu tidak kunjung P21 (lengkap). Artinya, polisi tidak mampu mengungkap kasus itu,” kata Direktur Advokasi Lembaga Advokasi Penguatan Masyarakat Sipil (LAPMaS) Sudirman kepada media, kemarin.

Kasusyangmengendaptersebut sangat bertolak belakang dengan pernyataan Kapolres Wajo AKBP Nanang Purnomo yang selaluoptimistisdapatmengungkap kasus itu.“Masyarakat menagih janji itu,”ungkapnya. Kapolres Wajo AKBP Nanang Purnomo menegaskan, berkas kasus Hasdawati memang belum dikembalikan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sengkang Wajo.
Read the rest of this entry »

Tags: , , ,

Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung

March 25th, 2011 by hari | No Comments | Filed in News

Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung membebaskan warganya dari pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB). Penggratisan PBB itu berlaku bagi warga miskin yang memiliki nilai objek pajak di bawah Rp25.000.

Wakil Ketua DPRD Enrekang Mustamin Amir membenarkan kebijakan Bupati tersebut. Dia memastikan pembebasan PBB itu tidak menggunakan dana APBD, melainkan dana pribadi Bupati. “Semua dibayar Bupati La Tinro La Tunrung,” ujar dia, seusai rapat gabungan komisi yang membahas hasil kerja panitia khusus (pansus) mengenai lima rancangan peraturan daerah (raperda), kemarin.

Mustamin mengkritik kebijakan yang diambil Bupati tersebut. Alasannya, pajak merupakan kewajiban setiap warga negara terhadap negaranya sehingga tidak tepat jika warga dibebaskan dari pembayaran pajak. Selain membebaskan pajak warga, Pemkab Enrekang juga menggratiskan pengurusan KTP dan iuran sampah.
Read the rest of this entry »

Tags: , , ,

Banjir yang melanda Kota Makassar

March 3rd, 2011 by hari | No Comments | Filed in News

Banjir yang melanda Kota Makassar disebabkan tidak konsistennya Pemkot Makassar dalam menjalankan aturan peruntukan lahan dan menjaga daerah-daerah resapan air. Pengamat tataruang Nadjamuddin Nawawi menyebutkan, saat ini daerah resapan air hujan di Kota Makassar sangat sulit ditemukan. Banyak lahan terbuka telah beralih fungsi menjadi kawasan perumahan hingga areal pertokoan dan pusat-pusat perkantoran.  Selain itu, tidak ada pembenahan drainase.

“Pemkot Makassar harusnya bisa konsisten dalam hal penataan tata ruang kota. Harus jelas mana daerah resapan air dan untuk pembangunan. Langkah tegas ini untuk menciptakan Makassar yang juga bebas banjir,”ungkap dia kepada media massa, kemarin. Dalam sepekan terakhir, cuaca buruk kembali menerjang Kota Makassar. Hujan deras yang disertai angin kencang telah menimbulkan banjir di seluruh penjuru kota. Ahli geologi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) ini menyarankan Pemkot Makassar dapat mengevaluasi sistem drainase, seperti menaikkan kontur saluran air untuk daerah- daerah yang selama ini tergenang.
Read the rest of this entry »

Tags: