Callista, Kasus Korban Penganiayaan Ibunya

 

Kasus penganiayaan kembali terjadi di daerah Karawang. Kini, kasus tersebut menimpa salah satu gadis bersama Callista. Masalah ini sendiri dilakukan oleh sang ibu. Naas, penganiyaan tersebut berujung pada meregangnya nyawa Callista. Kasus ini sempat menyita perhatian banyak orang termasuk bupati Karawang, Cellica Nurrachdiana. Sang bupati juga turut mengunjungi Callista di rumah duka.

Masalah ini sendiri menjadi masalah baru dalam kasus penganiyaan. Banyak orang yang penasaran akan lahirnya masalah ini. Berikut uraian singkat mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kasus penganiyaan yang dilakukan oleh sang ibu terhadap korban bernama Callista.

Kasus Penganiayaan Callista

Masalah penganiyaan ini menimpa seorang bayi yang belum genap berusia 2 tahun (lebih tepatnya 15 bulan) bernama Callista. Korban dianiaya hingga koma oleh ibu sendiri. Hal ini sempat membuat korban koma selama 2 minggu. Sayangnya, nasib sang bayi tidak tertolong dan kini, Callista sudah terbujur kaku. Sang ibu yang masih berusia 27 tahun bernama Sinta dijadikan tersangka dari kasus tersebut.

Dari hasil visum yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian, terdapat sejumlah luka yang ada pada tubuh korban. Hasil-hasil luka tersebut menunjukkan adanya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sang pelaku terhadap korban. Bukan hanya itu saja, tindakan kekerasan yang dilakukan ternyata menunjukkan telah dilakukan selama berkepanjangan.

Pasca penganiyaan tersebut, korban di bawa ke rumah sakit dan diberikan alat bantu pernapasan karena, detak jantung dari sang korban masih ada. Sayangnya, kondisi korban berangsur memburuk dari hari ke hari. Selain itu, sang korban hanya bisa bertahan selama 2 minggu saja.

Sang ibu yang mengetahui anaknya meninggal dikabarkan menangis histeris dan menangisi sang bayi yang sudah terbungkus oleh kain coklat. Terdapat sejumlah luka yang ada pada tubuh korban seperti luka pada bagian mata. Dari hasil pemeriksaan, luka yang ada bukan luka biasa karena, luka tersebut menyebabkan adanya pendarahan pada bagian otak.

Pasca kasus penganiyaan Callista

Selain sang ibu, pacar pelaku berinisial D juga dikabarkan turut ikut melakukan hal tersebut. Namun, belum ada bukti kuat yang dapat menunjukkan jika pacar pelaku juga turut melakukan hal itu. Selain itu, pihak kepolisian juga menjelaskan jika D cukup kooperatif dalam menjalani pemanggilan. Karena belum ada bukti yang cukup kuat, pihak kepolisian memutuskan untuk tidak menahan D sebagai pelaku.

Namun, hal lainnya bisa berbicara lain jika ada bukti cukup kuat yang menunjukkan jika D turut melakukan hal itu. Kasus penganiayaan ini juga menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Menurut pihak kepolisian, semua pihak tentunya harus turut peduli akan kasus ini terutama pihak tetangga. Untuk itu, semua orang harus menunjukkan kepedulian yang cukup tinggi agar kasus penganiyaan seperti ini tidak lagi terulang di kemudian hari.

Selain itu, Cellica Nurrachdiana selaku bupati Karawang juga terlihat mengunjungi rumah korban untuk mengucapkan belasungkawa. Sang bupati mengatakan jika ia masih belum tahu apakah akan melanjutkan kasus ini karena, sang pelaku yang juga ibu dari korban juga masih menunjukkan rasa shock akibat kasus ini.

Korban akan dimakamkan di TPU Kampung yang terletak di Jatirasa Barat, Karangpawitan atau kota Karawang. Pihak kepolisian melihat jika sang pelaku sedang mengalami masalah yang cukup kompleks sehingga, emosinya tidak terkendali yang akhirnya dilampiaskan kepada sang korban yakni anaknya sendiri.

Artikel ini diterbitkan atas kerjasama dengan www.mahabet.org – situs judi bola terbaik di indonesia.

Tidak Hanya Maluku Utara, Area Lain juga Berpotensi Gempa! Lakukan Persiapan Ini!

Maluku kembali diguncang gempa tektonik dengan kekuatan 6,9 magnitudo, tepatnya di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) pada Senin 26/3/2018, Subuh pukul 05.14 WIT.

Menurut BMKG setempat, pusat gempa ada di 105 km sebelah utara Tepa dan 210 km di barat laut Saumlaki Maluku Tenggara Barat. Dengan angka 6,9 magnitudo, gempa ini dirasakan kuat oleh warga setempat. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam gempa tersebut.

Nah, mendengar Maluku, ini bukan pertama kalinya wilayah ini terkena gempa. Bahkan menurut laporan BMKG 31 November 2017 – 1/11/2017, dalam 24 jam ada total 88 gempa yang tercatat. Namun, gempa yang paling terasa totalnya ada 11 kali. Jadi bukan hal yang langka bila Maluku sering terjadi gempa. Syukurnya meskipun gempa yang terjadi sering dengan magnitudo yang besar, namun tidak menimbulkan tsunami 10 tahun terakhir.

Lalu, Apa Kira-kira yang Menyebabkan Gempa Sering Terjadi Di Maluku Tenggara?

 

Masuk Zona Subduksi Ganda

Wilayah Maluku memang sedikit spesial dengan masuknya area ini dalam zona subduksi ganda. Zona ini adalah pertemuan dua lempeng, yaitu Eurasia dan Pasifik.Nah, bertemunya dua lempeng ini akhirnya mengakibatkan patahan yang tak beraturan. Makanya, wilayah Maluku masuk dalam zona aktif dimana gempa akan sering sekali terjadi.

Dilansir dari Tribun Maluku, sebuah penelitian dari ITB menyebutkan bahwa sewaktu-waktu wilayah ini akan dilanda gempa besar yang berakhir pada air pasang. Bahkan hasil penelitian BPNPB dan Unesco juga mengatakan kalau beberapa wilayah Maluku sangat rawan gempa, mulai dari Seram Bagian Utara dan juga Maluku Tengah (Kabupaten) karena patahan kebanyakan ada di sana.

Lebih lanjut, BNPB juga menyebutkan wilayah Ambon, Saparua dan Pulau Haruku bisa saja terjadi trunami dengan ketinggian antara 3-8 meter saat gempa besar terjadi di sini.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Berada Di Area Rawan Gempa?

 

Ada beberapa kiat yang harus diperhatikan saat sedang berada di wilayah gempa. Yang penting Anda harus tenang dan jangan panik saat gempa melanda. Pastikan juga melakukan hal-hal berikut ini:

Perlindungan Pertama

Apa bila tidak menemukan pelindung kepala, dan tidak memungkinkan untuk keluar gedung, hal pertama yang harus dilakukan adalah bersembunyi di bawah furniture  seperti meja. Bila saat itu tidak bisa menemukan meja, hal pertama adalah lindungi kepala dengan tangan dan merapatlah ke area dinding. Bisa juga merapat ke tiang penyangga utama gedung agar nanti tidak terkena reruntuhan.

Hindari Benda Berbahaya dan Tajam

Sebisa mungkin hindari area yang memungkinkan munculnya benda tajam. Seperti sekitar kaca jendela, area dapur dsb yang beresiko. Tetaplah diam dan tunggu sampai goncangan berhenti dan aman untuk pergi keluar. Ingat, jangan pakai elevator saat berada di gedung tinggi dan pakai tangga darurat untuk turun.

Lakukan Antisipasi

Yang pertama pastikan selalu mengenali wilayah yang sedang ditinggali dan tempat bekerja agar saat terjadi gempa bisa tahu dimana harus menyelamatkan diri. Selalu pastikan menyingkirkan benda-benda berbahaya seperti yang mudah terbakar dan tajam. Serta, taruh tabung pemadam api di tempat strategis agar saat terjadi gempa dan ada yang terbakar bisa segera melakukan penyelamatan. Terakhir, selalu dahulukan orang cacat dan orang tua untuk keluar gedung duluan.

Gempa memang tidak bisa diprediksi datangnya. Bahkan tidak hanya di Maluku saja. Alangkah baiknya bila melakukan persiapan.

Sebuah Truk Fuso Menabrak Pagar Sekolah Dasar Negeri 3 di Bandar Lampung

Jalanan Indonesia sepertinya masih jauh dari kata bebas kecelakaan. Banyak kecelakaan terjadi akibat kelalaian supir, kondisi jalan yang tidak baik, maupun faktor lainnya. Hal tersebut mengakibatkan kenaikan jumlah korban kecelakaan setiap tahunnya. Tentu kondisi seperti menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang banyak terjadi kecelakaan setiap tahunnya.

Seperti kecelakaan yang terjadi di sebuah jalan di Bandar Lampung. Kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan tunggal yang diakibatkan oleh sebuah truk menabrak pagar sekolah di Bandar Lampung. Truk fuso yang bermuatan makanan ringan tersebut menabrak pagar Sekolah Dasar Negeri 3 yang berada di Jalan Campang Raya, Bandar Lampung.

Kejadian penabrakan pagar sekolah itu terjadi pada tanggal 10 Oktober lalu saat sekitar pukul 03.00 WIB dinihari. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, tentu kecelakaan tersebut membuat beberapa orang di antaranya mengalami luka-luka ringan.

1 Dari 6 Orang Korban Mengalami Luka di Bagian Kepala

Dalam kecelakaan tersebut ada 6 orang di dalamnya yang di antaranya 4 orang pria dan 2 orang wanita. Pihak kepolisian yang menangani kecelakaan tersebut telah memastikan kalau dalam kecelakaan truk itu tidak ada korban jiwa. Namun, ternyata dari 6 orang korban tersebut, hanya 1 yang mengalami luka yang cukup serius di bagian kepala.

Supir yang mengalami luka di kepala itu langsung dibawa oleh warga setempat ke Rumah Sakit Urip Sumuharjo. Sedangkan kelima orang lainnya, setelah memberikan keterangan sementara, mereka semua diizinkan pulang ke rumah masing-masing lantaran tidak ada luka apapun pada mereka.

Kesaksian Warga Melihat Truk Fuso Ugal-ugalan

Kepolisian setempat menduga kejadian kecelakaan truk fuso itu akibat dari supir yang sedang mabuk karena meminum minuman keras sebelum berkendara. Di tambah lagi dari salah seorang saksi mata yang bernama Sujono mengatakan, sebelum truk fuso menabrak pagar Sekolah Dasar Negeri 3, truk itu melaju secara ugal-ugalan dari arah Sutami yang menuju ke Sukabumi.

Sujono menambahkan 6 orang yang ada di dalam truk, di antaranya 4 pria dan 2 wanita yang memakai pakaian minim. Kemudian, ada kesaksian lagi dari seorang pemilik warung yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian, Supartia mengatakan, truk fuso yang melaju dari arah Sutami sudah terlihat ugal-ugalan dari jauh.

 

Tidak lama itu, truk itu tiba-tiba menabrak pagar sekolah yang membuat posisi truknya berputar arah dan akhirnya terguling menabrak pohon kelapa, pohon bambu, serta pohon rambutan yang ada di sebelah sekolah. Supartia juga menjelaskan saat truk terguling, orang-orang sempat menyangka truk fuso tersebut sedang membawa gas elpiji karena suaranya yang sangat berisik.

Namun setelah diperiksa, truknya hanya membawa muatan makanan ringan. Seorang saksi mata lagi, Desy mengatakan saat supir dan rekan-rekannya sedang berusaha keluar dari truknya yang terguling, suaminya cepat-cepat membantunya dan melihat kernetnya mengalami shock saat kejadian.

Lalu, seorang warga dan kernet truk membawa supir truk ke rumah sakit dengan menggunakan motor untuk perawatan lebih lanjut karena terdapat luka di kepalanya. Sedangkan yang lainnya diamankan sampai polisi setempat datang.

Penangan Kepolisian Setempat Terhadap Kecelakaan Truk Fuso

Saat itu, petugas kepolisian dari Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polresta Bandar Lampung mengatakan kasus kecelakaan tersebut tidak akan ditangani oleh pihak polisi secara lebih lanjut. Pihak dari truk fuso juga menegaskan tidak ingin kecelakaannya ditangani oleh kepolisian, karena dianggap hanya akan menjadi kerugian materil saja, selain itu tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan truknya.

Dengan kata lain, pihak truk tersebut telah bersedia untuk mengganti rugi kerusakan pagar sekolah dan beberapa kerusakan lainnya.