Tidak Hanya Maluku Utara, Area Lain juga Berpotensi Gempa! Lakukan Persiapan Ini!

Maluku kembali diguncang gempa tektonik dengan kekuatan 6,9 magnitudo, tepatnya di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) pada Senin 26/3/2018, Subuh pukul 05.14 WIT.

Menurut BMKG setempat, pusat gempa ada di 105 km sebelah utara Tepa dan 210 km di barat laut Saumlaki Maluku Tenggara Barat. Dengan angka 6,9 magnitudo, gempa ini dirasakan kuat oleh warga setempat. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam gempa tersebut.

Nah, mendengar Maluku, ini bukan pertama kalinya wilayah ini terkena gempa. Bahkan menurut laporan BMKG 31 November 2017 – 1/11/2017, dalam 24 jam ada total 88 gempa yang tercatat. Namun, gempa yang paling terasa totalnya ada 11 kali. Jadi bukan hal yang langka bila Maluku sering terjadi gempa. Syukurnya meskipun gempa yang terjadi sering dengan magnitudo yang besar, namun tidak menimbulkan tsunami 10 tahun terakhir.

Lalu, Apa Kira-kira yang Menyebabkan Gempa Sering Terjadi Di Maluku Tenggara?

 

Masuk Zona Subduksi Ganda

Wilayah Maluku memang sedikit spesial dengan masuknya area ini dalam zona subduksi ganda. Zona ini adalah pertemuan dua lempeng, yaitu Eurasia dan Pasifik.Nah, bertemunya dua lempeng ini akhirnya mengakibatkan patahan yang tak beraturan. Makanya, wilayah Maluku masuk dalam zona aktif dimana gempa akan sering sekali terjadi.

Dilansir dari Tribun Maluku, sebuah penelitian dari ITB menyebutkan bahwa sewaktu-waktu wilayah ini akan dilanda gempa besar yang berakhir pada air pasang. Bahkan hasil penelitian BPNPB dan Unesco juga mengatakan kalau beberapa wilayah Maluku sangat rawan gempa, mulai dari Seram Bagian Utara dan juga Maluku Tengah (Kabupaten) karena patahan kebanyakan ada di sana.

Lebih lanjut, BNPB juga menyebutkan wilayah Ambon, Saparua dan Pulau Haruku bisa saja terjadi trunami dengan ketinggian antara 3-8 meter saat gempa besar terjadi di sini.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Berada Di Area Rawan Gempa?

 

Ada beberapa kiat yang harus diperhatikan saat sedang berada di wilayah gempa. Yang penting Anda harus tenang dan jangan panik saat gempa melanda. Pastikan juga melakukan hal-hal berikut ini:

Perlindungan Pertama

Apa bila tidak menemukan pelindung kepala, dan tidak memungkinkan untuk keluar gedung, hal pertama yang harus dilakukan adalah bersembunyi di bawah furniture  seperti meja. Bila saat itu tidak bisa menemukan meja, hal pertama adalah lindungi kepala dengan tangan dan merapatlah ke area dinding. Bisa juga merapat ke tiang penyangga utama gedung agar nanti tidak terkena reruntuhan.

Hindari Benda Berbahaya dan Tajam

Sebisa mungkin hindari area yang memungkinkan munculnya benda tajam. Seperti sekitar kaca jendela, area dapur dsb yang beresiko. Tetaplah diam dan tunggu sampai goncangan berhenti dan aman untuk pergi keluar. Ingat, jangan pakai elevator saat berada di gedung tinggi dan pakai tangga darurat untuk turun.

Lakukan Antisipasi

Yang pertama pastikan selalu mengenali wilayah yang sedang ditinggali dan tempat bekerja agar saat terjadi gempa bisa tahu dimana harus menyelamatkan diri. Selalu pastikan menyingkirkan benda-benda berbahaya seperti yang mudah terbakar dan tajam. Serta, taruh tabung pemadam api di tempat strategis agar saat terjadi gempa dan ada yang terbakar bisa segera melakukan penyelamatan. Terakhir, selalu dahulukan orang cacat dan orang tua untuk keluar gedung duluan.

Gempa memang tidak bisa diprediksi datangnya. Bahkan tidak hanya di Maluku saja. Alangkah baiknya bila melakukan persiapan.

Spread the love